Oleh:
Meilina Kumala Hadi
Keluarga
merupakan salah satu kelompok sosial yang memiliki peran penting dalam
masyarakat, keluarga juga memiliki andil yang cukup besar bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak, lewat keluargalah kepribadian seorang anak terbentuk.
Beberapa ahli psikologi juga berpendapat bahwa perilaku anak muncul dari
bagaimana pola asuh atau cara orang tua
mendidik anaknya sejak dini.
Pada
kajian sosiologi, keluarga menjadi media sosialisasi awal terhadap anak untuk
mengenal lingkungannya, dalam hal ini orang tua bertugas untuk memberikan
perhatian serta mendidik anak untuk memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup
yang baik dan benar. Karena dalam lingkungan keluarga itulah anak pertama kali
mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan sehari-hari sebelum pada akhirnya
mereka terjun langsung ke dalam masyarakat.
Sebagaimana
kita tahu, dalam bermasyarakat tentunya tidak terlepas dari yang namanya konflik
sosial ataupun perilaku yang menyimpang. Adapun perilaku menyimpang itu sendiri
ialah suatu perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau beberapa orang
anggota masyarakat, yang disadari atau tidak telah menyimpang dari norma-norma
sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Perilaku menyimpang ini
ditimbulkan karena adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna.
Pada
dasarnya, sosialisasi yang tidak sempurna bisa terjadi karena beberapa hal,
diantaranya adalah kurangnya memahami nilai dan norma yang dipelajari, dan
tidak sempurnanya proses sosialisasi dalam keluarga, yang dimaksud dalam hal
ini adalah ketika sebuah keluarga tidak lagi lengkap manakala salah satu
anggota keluarga atau kedua orang tua sudah meninggal dunia ataupun bercerai.
Dengan demikian proses sosialisasi dalam keluarga tersebut akan menjadi tidak
sempurna, dengan kata lain keluarga sangatlah berperan penting terhadap
sosialisasi anak agar dapat memahami nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat.
Melihat
apa yang telah dipaparkan diatas, dapat dikatakan keluarga mempunyai peran
vital dalam mencegah atau meminimalisir anak untuk berprilaku menyimpang.
Keluarga yang mampu memberikan polaa asuh yang tepat terhadap anak, tentunya
sksn menghasilkan proses sosialisasi yang sempurna. Sehingga anak tersebut
dapat terhindar dari perilaku menyimpang.
Dalam
memberikan pola asuh yang tepat terhadap anak, kebijaksanaan orang tua
sangatlah berpengaruh penting. Orang tua diharuskan mampu memilih kebijaksanaan
yang akan diterapkan pada anaknya. Ada beberapa kebijaksanaan orang tua yang
dianggap paling baik untuk menunjang proses sosialisasi anak, antara lain ialah
mengusahakan agar anak selalu dekat dengan orang tuanya, memberikan pengawasan
dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan, memperlakukan
anak dengan baik, menasihati anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan,
serta menunjukan dan mengarahkan ke jalan yang benar, dan juga tidak mudah
menjatuhkan hukuman kepada anak.
Dengan
adanya kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut, diharapkan agar anak akan merasa
diakui dan tidak merasa terkekang ataupun kurang diperhatikan oleh orang
tuanya. Dengan begitu mereka akan mampu menyerap dan memahami nilai serta
norma-norma sosial yang diajarkan dalam keluarga tanpa adanya keterpaksaan.
Sehinga nantinya dalam masyarakat, mereka tidak mudah melakukan hal-hal yang
menyimpang.