berkawan embun di kaki pagi
berpeluk dingin yang mengiringi
....terdiam,
mengadu pada ilahi...
satu persatu peluh bumi luruh sambut mentari
ajak kaki kecilku jelajahi hari
....mendaki tangga waktu,
seraya mencecap pilu...
ribuah lelah yang terkunyah, sesekali buatku hampir muntah.....
menjadi tawanan lara
tanpa tahu batasnya...
sampaikah aku pada senja?
Kendal, 19 oktober.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar