Rabu, 06 Desember 2017

Desember dan Penantian

Seminggu belakangan, hujan lebih sering mengguyur kota tempatku tinggal. Hingga 24 jam terasa lebih lama dari biasanya, dan rindu menjadi lebih sering memelukku dari yang semestinya. Kali ini, entah sudah Desember yang keberapa aku menunggu perjumpaan kita.

Seperti tahun-tahun lalu, rasanya aku masih buta arah dalam hal  menujumu. Aku sendiri juga masih tak mengerti kenapa semesta tak lekas meng-amin-i perjumpaan kita. Aku yang terlalu jauh, atau karena kamu yang terlalu enggan melangkah? Apapun itu, semoga kita belajar banyak hal dari tunggu yang cukup melelahkan ini. Karena bagaimanapun, bukankah kita memang tak akan pernah bisa memaksa waktu untuk berjalan lebih cepat ataupun lebih lambat. Dan kita juga tak akan bisa memaksa apa-apa yang belum waktunya.

Jadi, teruntuk kamu yang telah dipilih takdir untukku jauh sebelum aku terlahir. Saat jalan menujumu begitu samar dan tempatmu belum ku ketahui. Hanya doa yang akan terus mengalir yang bisa kuberi.(Mee)

Tertanda,
Rusukmu yang belum kau temukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar